Read more
Frustasi dengan tampilan server yang hitam dan putih, lebih baik saya remote server tersebut agar dalam bekerja saya dapat mendengarkan musik atau menonton film. Banyak sofware yang berguna untuk remote desktop lintas OS akan tetapi kebanyakan pada lingkungan desktop. Namun untuk server yang terkenal ialah putty. Selain berfungsi sebagai remote server juga dapat berfungsi sebagai transfer file yang handal. Kali ini saya mencoba simulasi Remote Ubuntu Server dengan OS Windows menggunakan WinSCP.
Read more
Dalam simulasi ini saya install Ubuntu Server pada Virtual Box.
Ubuntu Server dijadikan Server dan OS Windows dijadikan client yang mengakses Server tersebut.
Langkah 1:
Install Ubuntu Server Pada Virtual Box, jangan lupa install paket SSH Server ketika install Ubuntu Server, agar tidak perlu repot install lagi secara manual.
Langkah 2:
Download Software WinSCP disini lalu install pada OS Windows.
Langkah 3:
Konfigurasi Network Interfaces Virtual Box
Klik Server - Klik Setting - Pilih Tab Network
Ubah Adapter pertma ke VirtualBox Host-Only
Langkah 4:
Enable Remote Server
Klik Server - Klik Setting - Pilih Tab Display - Remote Display - Checklist Enable Server
Langkah 5:
Jalankan Ubuntu Server dan ketikan perintah "ifconfig" lihat IP interface eth0
Langkah 6:
Jalankan WinSCP
Input Hostname = IP Server
Input User Name = Nama User Admin Server
Input Password = Password Admin Server
Port = 22
Setelah selesai klik login.
Apabila berhasil tampilannya seperti pada gambar diatas, selamat mencoba.
Read more
Install SSH di ubuntu
Kali ini gue mau share gimana cara install en konfigurasi ssh di ubuntu agar aman. Fungsi dari ssh adalah agar lo bisa ngeremot komputer server via client. kalo diwin***s biasanya make program putty untuk ngeremotnya. kalo di linux, ya tentu aja make shell.
Langkah-langkahnya kayak gini:
1. install dulu paket ssh, caranya:
sudo apt-get install ssh
ket: sebenarnya dengan satu perintah ini ssh udah jalan, tapi kita coba konfigurasinya
2. buka file sshd_config
sudo nano /etc/ssh/sshd_config
3. cari tulisan
Port 22
ganti dengan:
Port 2222
ket: ini dimaksudkan agar port ssh kita enggak gampang ditebak orang, lo bisa make port sesuai kebutuhan lo. port 2222 adalah permisalan doang.
4. Kemudian juga cari tulisan:
PermitRootLogin yes
ganti dengan:
PermitRootLogin no
Ket: ini agar orang gak bisa konek langsung ke akses root, jadi harus lewat user biasa dulu.
5. Simpan dengan menekan
ctrl+x tekan y kemudian enter
6. restart ssh lo
sudo /etc/init.d/ssh restart
tes hasil konfigurasi:
1. coba buka program putty dengan meremote komputer server make port biasa (22), maka proses remote akan gagal.
2. coba buka program putty dengan dengan langsung masuk ke rootnya. maka proses juga akan gagal.
Note: konfigurasi diatas hanyalah sebatas agar meremote komputer server bisa sedikit lebih aman.
Sampe sini dulu penjelasannya, lain waktu sambung lagi..
salam dingin
Read more
Konfigurasi IP
1. Login terlebih dahulu
2. Masuk sebagai root dengan perintah “sudo su”
3. Masukkan password
4. Ketikan perintah “nano /etc/network/interfaces”
Untuk Konfigurasi alamat IP, Gateway, Dns, dan netmask.
5. Ketikkan perintah “/etc/init.d/networking restart” untuk merestart jaringan
6. Check menggunakan perintah “ifconfig”
7. Jika sudah terhubung dengan Internet. Check koneksi ke gateway dengan perintah “ping alamat_ip_gateway” untuk menghentikan proses ping tenak CTRL + C
8. Check koneksi ke DNS dengan perintah “ping alamat_dns”. Tekan CTRL+C untuk menghentikan
Konfigurasi Proxy
1. Ketikkan perintah”pico /etc/apt/apt.conf” lalu tulis script seperti dibawah ini :
Acquire::http:proxy "http://ip_address_proxy:port/";
Acquire::https:proxy "https://ip_address_proxy:port/";
Acquire::ftp:proxy "ftp://ip_address_proxy:port/";
Tekan CTRL+O kemudian enter untuk men-save dan CTRL+X untuk keluar
Tekan CTRL+O kemudian enter untuk men-save dan CTRL+X untuk keluar
Insert Repository
1. Repository adalah paket-paket khusus untuk sebuah sistem operasi yang kemudian paket-paket tersebut di instal untuk mendapatkan kinerja lebih baik dari sebuah sistem operasi.untuk memasukkanya Ketikkan perintah “pico /etc/apt/sources.list”
Ubah isi dari “sources.list” menjadi seperti dibawah ini
Melakukan update di ubuntu 12.04
1. Ketik perintah “apt-get update”
Maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah
2. Tunggu hingga proses download selesai
Install openssh-server
1. Openssh berfunmgsi untuk mengakses akun shell di komputer remote.untuk menginstallnya Ketikkan perintah “apt-get install openssh-server”
Setelah selesai proses, ketik “Y” dan tekan enter
2. Tunggu hingga proses installasi selesai
hmmm,,next exploration comming soon....
Read more
Installasi ubuntu-12.04-server-i386
1. Pilih bahasa untuk proses intallasi ubuntu-12.04-server-i386

2. Pilih Install Ubuntu Server untuk memulai proses installasi

3. Pilih bahasa system, bahasa ini digunakan untuk bahasa default linux

4. Pilih lokasi tempat tinggal. Pilh Other

5. Other > Asia

6. Other > Asia > Indonesia

7. Configure Locales ini berguna untuk penentuan coding, aturan tanggal, dsb.

8. Pada step ini, Pilih yes apabila ingin system mendeteksi Keyboard kita. Pada step ini saya memilih “NO”

9. Layout Keyboard, pilih English (US). Merupakan layout keyboard yang digunakan umumnya di Indonesia.

10. pilih English (US). Merupakan layout keyboard yang digunakan umumnya di Indonesia.

11. Tunggu hingga proses Scanning CD-ROM selesai

12. Tunggu hingga proses dibawah ini selesai

13. Tunggu hingga proses “Attempting IPv6 Configuration” selesai

14. Masukkan hostname computer

15. Masukkan nama lengkap user

16. Bagian ini biasanya terisi otomatis mengikuti yang sudah kita isikan pada step sebelumnya. Username ini berfungsi untuk login ke Linux

17. Masukkan password untuk Username

18. Masukkan password yang sama pada step sebelumnya untuk konfirmasi password

19. Muncul notifikasi yang menanyakan apakah direktori /home ingin di enkripsi
- Fungsi enkripsi : membuat teks biasa menjadi non-readable text(tidak bisa dibaca)

20. Selanjutnya jika terdapat koneksi ke internet, sistem akan melakukan sinkronisasi waktu (tanggal dan jam) dengan waktu dunia.

21. Pilih zona waktu

22. Tentukan metode partisi harddisk
- Guided Use entire disk à-->System akan otomatis mem-partisi harddisk yang kita pakai
- Guided Use entire disk and setup LVM --> System akan otomatis mem-partisi harddisk namun
terdapat fitur LVM yang memungkinkan kita untuk Me-manage disk dalam jumlah besar (banyak)
yang memungkinkan anda menambah, mengganti, menyalin dan berbagi isi dari satu disk ke disk
lainnya tanpa perlu mengganggu service yang sedang berjalan.
- Guided use entire disk and setup encrypt LVM --> Sama dengan "Guided Use entire disk and setup
LVM" namun partisi akan dienkripsi agar tidak mudah dibaca oleh orang lain
- Manual --> Kita harus mem-partisi sendiri harddisk yang kita gunakan.
Pada bagian ini saya memilih manual

23. Pilih harddisk yang akan kita partisi

24. Pilih yes untuk mem-partisi harddisk

25. Maka akan muncul tampilan sebagai berikut

26. Pilih “pri/log 21.5 GB Free Space”. Maka akan muncul tampilan sebagai berikut
- Create a new partition --> Kita mem-partisi harddisk secara manual
- Automatically Partition the free space --> System akan otomatis mempartisi harddisk
- Show Cilnderw/head/sector information --> Menunjukkan Free Space harddisk dari sektor mana
sampai sektor mana
Pada bagian ini saya memilih Create a new partition

27. Masukkan size yang akan kita gunakan. Saya menggunakan 1 GB untuk swap area(Size swap area biasanya 2x size RAM)

28. Tentukan type partisi
- Primary --> Digunakan untuk system
- Logical --> Digunakan untuk penyimpanan
Pada bagian ini saya memilih Primary

29. Tentukan partisi akan diinstall di awal atau di akhir(Untuk Swap saya memilih diawal/Beginning)

30. Pada bagian ini.
- Use as : Swap area
- Bootable Flag : ON (Bootable flag biasanya digunakan untuk partisi “Primary”)
- Copy data form another partition --> Berfungsi mengcopy data dari partisi lain
- Delete the partition --> Menghapus partisi
- Done setting up the partition --> Selesai mengkonfigurasi partisi
Setelah selesai mengkonfigurasi pilih “Done Setting up the partition”

31. Maka akan muncul tampilan sebagai berikut . Pilih pada partisi yang masih kosong

32. Pilih create a new partition

33. Masukkan size yang kita inginkan. Pada bagian ini saya menggunakan size 10 Gb untuk / (root)

34. Tentukan tipe partisi. Pada bagian ini saya memilih logical

35. Tentukan dimana tempat partisi diInstall. Pada bagian ini saya memilih “end”

36. Pada bagian ini, saya menggunakan file system Ext4.
- Reserved-Blocks : Persentase size partisi yang digunakan untuk super-user

37. Pilih partisi yang masih kosong

38. Pilih create a new partition

39. Masukkan size partisi yang anda inginkan

40. Tentukkan tipe partisi. Pada bagian ini saya memilih Logical

41. Pada bagian ini, saya menggunakan file system ext4 untuk moint point /home dan bootable flag : off

42. Muncul tampilan sebagai berikut. Pilih “Finish partitioning and write changes to disk”

43. Muncul notifikasi konfirmasi . Pilih Yes

44. Tunggu proses partitions formatting selesai

45. Installasi Sistem dimulai

46. Sistem akan menanyakan apakah terdapat proxy dalam jaringan, jika tidak ada bisa langsung kita tekan enter.

47. Jika komputer terkoneksi dengan internet, sistem akan melakukan update langsung dari repositori yang ada di internet.

48. Selanjutnya sistem akan menanyakan apakah akan dilakukan update secara otomatis jika terdapat update terbaru di repositori? Pada bagian ini saya memilih “No automatic Updates’

49. Pilih paket instalasi yang akan digunakan. Jika tidak ada, langsung tekan enter

50. Installasi paket yang telah ditentukan

51. Notifikasi penginstallan GRUB boot loader. Pilih “Yes”

52. Proses installasi Grub boot loader

53. Notifikasi penginstallan telah selesai. Pilih continue

54. Proses finishing the installation

55. Komputer akan otomatis merestart. Installasi ubuntu-12.04-server-i386 Selesai
2. Pilih Install Ubuntu Server untuk memulai proses installasi
3. Pilih bahasa system, bahasa ini digunakan untuk bahasa default linux
4. Pilih lokasi tempat tinggal. Pilh Other
5. Other > Asia
6. Other > Asia > Indonesia
7. Configure Locales ini berguna untuk penentuan coding, aturan tanggal, dsb.
8. Pada step ini, Pilih yes apabila ingin system mendeteksi Keyboard kita. Pada step ini saya memilih “NO”
9. Layout Keyboard, pilih English (US). Merupakan layout keyboard yang digunakan umumnya di Indonesia.
10. pilih English (US). Merupakan layout keyboard yang digunakan umumnya di Indonesia.
11. Tunggu hingga proses Scanning CD-ROM selesai
12. Tunggu hingga proses dibawah ini selesai
13. Tunggu hingga proses “Attempting IPv6 Configuration” selesai
14. Masukkan hostname computer
15. Masukkan nama lengkap user
16. Bagian ini biasanya terisi otomatis mengikuti yang sudah kita isikan pada step sebelumnya. Username ini berfungsi untuk login ke Linux
17. Masukkan password untuk Username
18. Masukkan password yang sama pada step sebelumnya untuk konfirmasi password
19. Muncul notifikasi yang menanyakan apakah direktori /home ingin di enkripsi
- Fungsi enkripsi : membuat teks biasa menjadi non-readable text(tidak bisa dibaca)
20. Selanjutnya jika terdapat koneksi ke internet, sistem akan melakukan sinkronisasi waktu (tanggal dan jam) dengan waktu dunia.
21. Pilih zona waktu
22. Tentukan metode partisi harddisk
- Guided Use entire disk à-->System akan otomatis mem-partisi harddisk yang kita pakai
- Guided Use entire disk and setup LVM --> System akan otomatis mem-partisi harddisk namun
terdapat fitur LVM yang memungkinkan kita untuk Me-manage disk dalam jumlah besar (banyak)
yang memungkinkan anda menambah, mengganti, menyalin dan berbagi isi dari satu disk ke disk
lainnya tanpa perlu mengganggu service yang sedang berjalan.
- Guided use entire disk and setup encrypt LVM --> Sama dengan "Guided Use entire disk and setup
LVM" namun partisi akan dienkripsi agar tidak mudah dibaca oleh orang lain
- Manual --> Kita harus mem-partisi sendiri harddisk yang kita gunakan.
Pada bagian ini saya memilih manual
23. Pilih harddisk yang akan kita partisi
24. Pilih yes untuk mem-partisi harddisk
25. Maka akan muncul tampilan sebagai berikut
26. Pilih “pri/log 21.5 GB Free Space”. Maka akan muncul tampilan sebagai berikut
- Create a new partition --> Kita mem-partisi harddisk secara manual
- Automatically Partition the free space --> System akan otomatis mempartisi harddisk
- Show Cilnderw/head/sector information --> Menunjukkan Free Space harddisk dari sektor mana
sampai sektor mana
Pada bagian ini saya memilih Create a new partition
27. Masukkan size yang akan kita gunakan. Saya menggunakan 1 GB untuk swap area(Size swap area biasanya 2x size RAM)
28. Tentukan type partisi
- Primary --> Digunakan untuk system
- Logical --> Digunakan untuk penyimpanan
Pada bagian ini saya memilih Primary
29. Tentukan partisi akan diinstall di awal atau di akhir(Untuk Swap saya memilih diawal/Beginning)
30. Pada bagian ini.
- Use as : Swap area
- Bootable Flag : ON (Bootable flag biasanya digunakan untuk partisi “Primary”)
- Copy data form another partition --> Berfungsi mengcopy data dari partisi lain
- Delete the partition --> Menghapus partisi
- Done setting up the partition --> Selesai mengkonfigurasi partisi
Setelah selesai mengkonfigurasi pilih “Done Setting up the partition”
31. Maka akan muncul tampilan sebagai berikut . Pilih pada partisi yang masih kosong
32. Pilih create a new partition
33. Masukkan size yang kita inginkan. Pada bagian ini saya menggunakan size 10 Gb untuk / (root)
34. Tentukan tipe partisi. Pada bagian ini saya memilih logical
35. Tentukan dimana tempat partisi diInstall. Pada bagian ini saya memilih “end”
36. Pada bagian ini, saya menggunakan file system Ext4.
- Reserved-Blocks : Persentase size partisi yang digunakan untuk super-user
37. Pilih partisi yang masih kosong
38. Pilih create a new partition
39. Masukkan size partisi yang anda inginkan
40. Tentukkan tipe partisi. Pada bagian ini saya memilih Logical
41. Pada bagian ini, saya menggunakan file system ext4 untuk moint point /home dan bootable flag : off
42. Muncul tampilan sebagai berikut. Pilih “Finish partitioning and write changes to disk”
43. Muncul notifikasi konfirmasi . Pilih Yes
44. Tunggu proses partitions formatting selesai
45. Installasi Sistem dimulai
46. Sistem akan menanyakan apakah terdapat proxy dalam jaringan, jika tidak ada bisa langsung kita tekan enter.
47. Jika komputer terkoneksi dengan internet, sistem akan melakukan update langsung dari repositori yang ada di internet.
48. Selanjutnya sistem akan menanyakan apakah akan dilakukan update secara otomatis jika terdapat update terbaru di repositori? Pada bagian ini saya memilih “No automatic Updates’
49. Pilih paket instalasi yang akan digunakan. Jika tidak ada, langsung tekan enter
50. Installasi paket yang telah ditentukan
51. Notifikasi penginstallan GRUB boot loader. Pilih “Yes”
52. Proses installasi Grub boot loader
53. Notifikasi penginstallan telah selesai. Pilih continue
54. Proses finishing the installation
55. Komputer akan otomatis merestart. Installasi ubuntu-12.04-server-i386 Selesai
Read more at http://artup87ngalam.blogspot.com/2012/08/installasi-ubuntu-1204-server-i386.html#JB86HFDeHK3IDlx8.99
Read more
Langganan:
Komentar (Atom)










